Dream what you want to dream, go where you want to go, be what you want to be, because you have only one life and one chance to do all the things you want to do.

Pages

Cari Blog Ini

Kamis, 06 Agustus 2015

Teruntuk saudara seperjuanganku dimanapun kalian berpijak


Untukmu saudara yang selama ini menghiasi hidupku
salam ku terutuk kalian selalu, salam cinta dalam dekapan hujan yang mengiringi, salam doa yang kutaburkan diantara tebaran bintang-bintang yang tertutup awan hitam, salam terindah diantara barisan doa-doa malikat yang mengepakan sayap demi cinta dan harapan , dan salam dari para suhada’ yang percaya akan barisan mimpi dan perjuangan. Salam yang moga akan selalu kalian ingat diantara keheningan malam.
Untuk mu yang dulu pernah berkata satu keluarga
Ingatkah dulu kawan ketika pertama kali kita bertemu, saat kita harus bersama-sama berjuang demi mimpi dan harapan.. saat kita harus ditakdirkan untuk bersama berlari dilapangan FIK dengan semangat dan perjuangan. Yang dulu kita tidak pernah memeikirkan bahwa kita akan menjadi keluarga dan berbagi suka duka bersama. Bahkan aku tak tahu siapa kalian, begitu juga kalian tidak tahu siapa diri ini. Namun yang pasti ternyata Tuhan telah menakdirkan kita untuk bertemu dan belajar bersama.
Dan ternyata Tuhan tak pernah salah kawan dengan menyatukan kita untuk berjuang dan tumbuh bersama dalam keluarga baru kita, bersama berkembang dan tumbuh dalam naungan BEM FIP Unnes. Yah bagiku Tuhan tak pernah salah walaupun Hal ini tak pernah terfikir dalam hidupku maupun tak pernah tertulis dalam barisan mimpiku, namun entah aku tak tahu, lagi-lagi kita harus bersama. Tertawa, bercanda, bermain, berjuang, menangis, dan berbagi mimpi bersama.
Masih ingatkah kita kawan semua dari kita pernah menangis, namun aku yakin itu adalah tangisan perjuangn dan setiap air mata yang mengalir aku yakin itu akan menjadi saksi bisu bahwa kita pernah berjuang. Taukah kawan mungkin dulu kita pernah saling menyakiti, mengolok-olok dari belakang, saling menghujat satu sama lain, namun aku yakin bahwa itu adalah proses kita untuk menjadi dewasa.
Sampai amanah itu berakhir, kita semakin mengokohkan diri untuk berjuang bersama.  Walaupun ada kawan kita yang mengambil jalan lain namun yakinlah kita akan saling mendukung. Namun kalian juga harus mengerti, ketika kalian pergi ada sesuatu hal yang hilang dalam sebagian hidup ini. Walupun kadang kita ingkari dan kita acuhkan, namun benar ada suatu hal yang terasa kurang, entah apa. Mungkin kita terlalu sering untuk bersama-sama sehingga berat rasanya jika potongan-potongan itu sedikit demi sedikt hilang.
Untuk kalian yang memiliki harpan bersama
Sampai saat ini pun aku mulai kagum dengan kalian, dengan perkembangan kalian dan segala hal yang ada dalam diri kalian. Wlaupun mungkin kita anggap bahawa orang-orang kita lebih hebat dan sepesial, namun kalian juga harus tahu bahwa setiap diri kalian memiliki potensi masing-masing yang kadang membuatku iri.
Dahulu kita memang tak tahu apa-apa, tak mengerti akan semua keadaan yang ada, dan tak menyadri bahwa kita bisa pada samapai sejauh ini. Lihatlah dan pandangilah foto-foto kita awal kita masuk kampus, pastinya kalian akan mentertawakan dan meras geli dengan semua keadaan kita, keucel, jutek, mudah marah, mudah menangis, meudah ngembek, minta ini, minta itu, cemburuan dan lainnya. Namun lihatlah kalian sekarang kawan, yahhh saat ini kita ternyata sudah tumbuh dan berkembang, sudah tahu bagaimana bersikap, sudah tahu bagaimana caranya bersolek, sudah pandai berbicara, yahhh tak pernah kita sadari kita sudah sejauh ini berkembang.
Untuk kalian yang pernah bermimpi bersama
Kawan, masih ingtakah dulu ketika bersma-sama saling mengukir mimpi dan sering bercerita bersama akan mimpi dan harapan kita kelak, entah itu suatu gurauan atau kenyataan aku tak pernah memikirkannya, yang terpenting kita pernah bermimpi bersama. Bermimpi untuk bersama-sama bertemu diluar negeri, entahlah di bawah menara ieffel atau bertemu dijepanglah.. aku sudah lupa, namun yang terpenting dahulu kita pernah berbagi cerita bersama.
Mungkin obrolan itu akan hilang dengan seiring berjalannya waktu, atau mungkin udah berubah karena kita terlalu takut dengan realita yang ada. Entahlah yang aku tahu pasti disetiap diri kalian masih tersimpan mimpi-mimpi yang akan kalian wujudkan suatu saat nanti.
Teruntuk kalian yang mengokohkan untuk menjadi keluarga
Ternyata waktu berjalan begitu cepat dan tak terasa kita sudah memiliki adik. Dahulu kita yang sering nangis, sering berebut perhatian kakak kita, sekarang kita yang harus memberi kasih sayang pada mereka. Aku yakin itu berat, bahkan aku merasakan sendiri, namun aku yakin aku meliahat kalian berkembang dengan seiring berjalnnya waktu.
Dan sampai saat ini pun kita masih mengokohkan diri untuk menjadi keluarga. Namun tidak kita sadari, bahwa semakin lama kita semakin jarang untuk bertemu, kita jarang untuk berbagi cerita dan suka duka. Kita sudah sibuk dengan semua aktivitas kita masing masing. Mungkin kita muali jenuh dengan segala hal yang ada, dan itu bukanlah suatu kesalahan karena hal ini sangatlah manusiawi.
Namun seiringnya berjalannya waktu lagi, aku merasakan sesuatu yang mulai menghilang dari kita semua. Tak tahu apakah ini hanya aku yang merasakan atau kalian pun begitu. Yah aku rasa kalian sudah menemukan jalan kalian masing-masing dan mungkin kita harus berpisah dijalan ini.
Teruntuk kalian sahabat yang pernah mengisi hidupku
Serasa baru kemarin aku merasakan memiliki keluarga baru, sahabt-sabat baru dan teman berbagi mimpi, namun aku sadar kita tak bisa selamnya bersama. Dan pastilah suatu saat nanti kita akan menuju jalan kita maisng-masing. Selamat berjuang dijalan masing masing, selamat sukses di jalan yang kua yakini itu untuk kebaikan , tak perlu saling menghujat jalan masing-masing yang kita tempuh. Karena kita tahu jalan kita tak kan pernah saling  sama dan berjalan seirama, tapi satu hal kawan mari terus kita saling membantu dan mengeuhkan hati satu sama lain.
Terima kasih atas cinta dan kasih sayang yang selama ini diberikan,
Terima kasih atas pengalaman dan cerita yang dikatakan
Terima kasih atas perhatian dan kehangatan
Dan terima kasih pernah menjadi bagian dari cerita hidupku, keluargaku, temanku, saudaraku, dan satu hal pelukis hidupku. Aku tak pernah mau menyebut kata sahabat karna itu tak abadi hahah, biarkan pengalaman dan cerita itu yang abadi, karena aku sadar jalan kita tak kan abadi.
Sampai jumpa dimimpi selanjutnya, perjuangan berikutnya dan persaudaraan kedepannya.

Semarang, 21 Desember 2014



Rabu, 05 Agustus 2015

KEPADA INSPIRATOR MUDA



Assalamualaikum Wr. Wb Selamat datang para inspirator muda di Kampus Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Bukanlah suatu perjalanan ini adalah akhir sebuah kemenangan, namun menapaki lembaran baru menjejaki dunia Kampus adalah suatu perjuangan Awal. Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan ini kawan, namun kita yang mendapatkan kesempatan ini harus tetaplah berjuang dengan harapan mimpi dan cita-cita agar kita bisa berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Terlalulah banyak orang di negara ini yang hidup biasa-biasa saja, maka mari kawan kita berjuang bersama menjadi orang yang luar biasa dari orang lain, orang yang mampu berkontribusi, bermanfaat dan menebar kebaikan untuk sesama, karena sebaik-baik orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Pengenalan kehidupan kampus adalah suatu proses yang harus dilalui oleh mahasiswa baru dalam menapaki jejak kehidupan yang baru dikampus nantinya. Kegiatan ini bukan bermaksud untuk membalaskan dendam senior kepada juniornya, ataupun sebagai ajang perploncoan, kekerasan maupun ajang yang tidak mendidik bagi juniornya. Namun disini dimaksudkan untuk memperkenalkan budaya akademik, pergerakan dan rasa cinta kepada tanah air kita tercinta yaitu Indonesia. Maka dari itu janganlah kau takut dan janganlah kau ragu, mari berproses, belajar dan berubah menuju kebaikan bersama untuk meraih cita-cita, mimpi, dan harapan kita kelak.

Kepada kalian generasi baru, kami akan memberikan yang terbaik, menyambut kalian dengan segala kemampuan kami, mengajak kalian menuju kebaikan ketika datang ketempat ini, menjaga kalian selama dikampus nanti, serta mengajak kalian berjuang besama menebar kebaikan di sini. Dan kelak kami pun ingin melihat kalian tumbuh menjadi seorang pejuang penerus kami sehingga kami dapat memastikan bahwa perjuangan kami selama ini akan terus berlanjut dengan adanya kalian.


Selamat berproses, selamat belajar dan selamat berjuang, kami akan selalu siap membantu dan mendampingi kalian untuk menjadi orang yang didambakan. Salam perjuangan. Hidup Mahasiswa!!!

Sabtu, 25 Oktober 2014

#Maafkan
Maafkan…
Jika aku tak pandai memetik dawai
Tak pandai melukis rona wajah merahmu
Tak pandai bersyair dengan sajak-sajak cinta sang pujangga
Tapi aku hanya mampu memberimu seikat cinta yang abadi

Harapan…
Aku tak rupawan laksana arjuna
Tak mengalir darah bangsawan seperti kaisar roma
Juga tak sebijaksana hakim yang bertahta
Tapi aku harap kau terima aku apa adanya

Ku mencintaimu dengan sepenuh jiwa
Menyayangimu dengan segenap raga
Dan merindukan mu tanpa kenal asa
Maka satu harapan ku padamu
Cintailah aku apa adanya diriku

Semarang, 10 April 2013

At 22.30 WIB
Aku Ingin Hidup Dalam Sejarah
Cahaya mentari bersinar terang, menapaki setiap jejak langkah bumi Tuhan, memberikan aroma kehangatan makhluk dalam dekapan. Sinarnya membawa aroma kehidupan, menabur semangat dalam setiap jejak kebajikan, menebar mimpi kepada siapa saja yang menginginkan kesuksesan. Pagi, ku awali hariku dengan sebuah langkah kecil, bersyukur atas segala kehidupan yang masih diberikan kepada ku, dan ku singgungkan senyum kecil dengan harapan-harapan baru.
Pagi ini, dengan ditemani hangatnya sinar mentari, ku layangkan jari-jemariku menari di atas balok-balok huruf yang berderetan ini. Menuliskan setiap kata yang terbayang dalam fikiran, menuangkan segala kegundahan hati yang terdalam dan melukiskan mimpi-mimpi baru dalam setiap layar yang terpampang. Sudah lama rasanya, aku tak mencurahkan setiap perasaanku dalam sebuah tulisan, yah lama sekali. Banyak sekali kegiatan yang datang silih berganti dan menghalangiku untuk menulis, dan hanya terbayang dalam setiap fikiran.
Aku mulai flashback pada masa 4 tahun silam, ketika aku masih memakai seragam putih abu-abu. Aku suka sekali membaca novel, membaca setiap deretan cerita yang menginspirasiku sampai saat ini, yang membuatku terus berjuang dan terus melenggang dalam pertarungan kehidupan sampai hari ini. Tere-liye, Asma Nadia, Pipit Senja, Pramoedya Ananta Toer, A. Fuadi, Sthepane Mayer dan lainnya yang membuatku ingin seperti mereka. Menjadi orang yang bisa menginspirasi orang lain, memberikan semangat lewat tulisan, memberi pengalaman lewat bacaan dan memberikan ruh kehidupan dalam setiap kata yang tertuang. Dan ada satu makna lagi yang selalu aku pegang, “Dengan tuisan maka kita akan hidup untuk selamanya”.
Ketika aku pertama kali menginjak kan kakiku di bangku kuliah, hasratku untuk menulis kianlah besar. Ku awali jejak langkahku dengan berkenalan dengan orang-orang yang memiliki visi dan mimpi yang sama yaitu menulis untuk kehidupan, memberikan inspirasi dan hidup dalam sejarah. Maka ku niatkan diriku untuk bergabung dalam sebuah organisasi kepenulisan yang cukup masif. Disana aku menemukan orang-orang yang memiliki hobi yang sama denganku, maka aku pun mulai semangat menulis. Ku awali tulisanku dengan menulis cerita-cerita yang biasa aku alami, menulis dengan gaya penulis novel yang sudah mahir, yahh walaupun tata bahasa tak karuan, tapi tak masalah yang terpenting aku menulis.
Setelah beberapa saat aku bergabung dalam keluarga baruku, ku mulai untuk memberanikan diri menulis yang lebih bermakna dan menginspirasi. Aku mulai membuat puisi dan cerpen yang lahir dari perpaduan perasaan dan pengalaman yang telah aku alami. Aku memberanikan diri mengirim tulisan-tulisanku ke berbagai lomba yang aku temukan di dunia maya. Walaupun sampai saat ini belum membuahkan hasil, itu tak masalah, karena aku sadar ini adalah sebuah perjalanan, yang aku yakin suatu saat akan bermuara dalam lautan yang indah.
Dalam mimpi-mimpi yang aku buat, ku tuliskan harapan-harapanku untuk bisa membuat sebuah karya yang bisa menginspirasi orang lain, membuat sebuah cerita kehidupan. Entah kapan, tapi aku yakin suatu saat hal itu akan terwujud, tentunya sebelum nafas ini berhembus untuk yang terakhir kalinya. Yah yang bisa aku lakukan sampai saat ini adalah berusaha untuk terus menulis dan bermimpi akan suatu yang aku yakini. Agar kelak aku bisa hidup dan dikenang sebagai sebuh sejarah bahawa aku pernah hidup.

Selasa, 25 Maret 2014

Edelwais yang tak berbunga part 1


Rasa sakit ini belum hilang benar, malah semakin sakit. Terasa panas dan perih, tapi itu hanyalah sakit yang dialami oleh wajah saja, akibat perbedaan cuaca yang sangat extreme, tapi dibalik rasa sakit ini tersimpan rasa bangga tiada tara. Rasa yang sangat luar biasa menyenangkan, walaupun dibalut oleh perjuangan yang sangat mengharukan. Bahkan sampai saat ini memori itu masih membekas, menggores di dalam fikiran, dan terukir didalam hati.

Merbabu, itulah kata-kata yang masih terngiang di dalam memori otakku. Memori yang sangat luar biasa yang Allah ciptakan untuk makhluk Nya tercinta, yaitu bani adam. 2 hari yang sangat menguras tenaga dan pikiran, 2 hari yang sangat menganggumkan, dan dua hari yang penuh perjuangan tapi diganti oleh seribu keindahan. Yah 2 hari yang tidak bisa terlupakan oleh ku dan kawan-kawanku. Tanggal 20 dan 21 April 2013 bertepatan dengan hari kartini kami mendaki salah satu gunung tertinggu di pulau jawa, yaitu Merbabu. Sungguh bagiku itu adalah pengalaman yang sangat luar biasa.

Tanggal 20 april hari sabtu jam 05.30 aku mulai bangun, dengan sedikit terseok-seok aku mencoba untuk membuka mata dan membangunkan diri dari peristirhatan. Ku mulai sisingkan lengan bajuku dan mulai mengmbil air wudhu. Gemuruh suara adzzan telah berkumandang sedari tadi, membuat suasana subuh makin meriah dengan suara merdu para calon penghuni surga yang mengumnadngkannya. Setelah solat subuh berjamaah, ku kembali ke kamar pengapku, yang berukuran 3x4, yang bercatkan biru menghiasi seluruh dinding. Ku mulai berbenah, menyiapkan dan mengecek semua perlengkapan yang akan aku bawa untuk mendaki nanti.

Sebenarnya tadi malam aku sudah menyiapkan segalanya, dibantu oleh abang yang sangat bawel sekali, Ramdhan namanya. Ia orang sunda dan sekarang duduk di semester 4. Semua perlengkapan mulai dari tas, jaket, kerir, senter, makanan dan lain sebagainya ia bantu untuk menyiapkan. Jujur walaupun aku merasa risih karena aku tidak pernah mendapatkan perhatian seperti itu. Terakhir kali aku diperlakukan seperti itu, ketika aku pergi kepondok oleh ibuku, tapi aku selalu menolak jika beliau terlalu mengatur segala hal. Tapi untuk kemarin aku nurut saja, karena memang aku tidak banyak tahu tentang peralatan untuk mendaki. Walaupun ini kali kedua aku mendaki, tapi gunung Merbabu lebih tinggi dari gurung Ungaran pertama aku mendaki dulu.
Kemudian setelah semua perlengkapan selesai, aku pun berangkat dengan ke 4 sahabt ku. Nanah mahasiswi program studi PG PAUD yang sudah menginjak semester delapan, tapi inginnya masih bermain dengan mahasiswa baru seperti aku, hahahha. Dia belum ingin mengerjakan sekripsinya dan belum berani untuk terjun dalam dunia nyata sih sepertinya. Yah dia adalah perempuan yang aneh, walupun ia seorang akhwat yang memakai krudung tebal, tapi tetep saja gila… hahahh. Dia selalu melakukan hal-hal konyol yang membuat orang lain terbengong oleh kelakuaannya. Yahh begitulah, akhwat kan juga manusia. :D

Yang kedua adalah ela, ia adalah mahasiswi baru, yah kaya aku tapi ia dari jurusan Bimbingan dan Konseling. Ia anak nya gokil abizz,, yahh walupun sedikit absurd dan kadang-kadang bertindak aneh. Kadang ia suka sekali memepermainkan bibirnya #apasihh hahha dan selalu bilang “aku cantik kan” dengan ekspresi sok imutnya, huhhh padahal bikin muntah. Yah sebenrnya ia lumayan sihh untuk ukuran wanita hahha, dengan kulit sawo matang dan tubuh yang cunkring kalau menurutku, kalu menurut dya seksi, weleehhh.  Tapi yang pentingg asikkk dahhh Uhh umpama kalau aku disandingkan dia, pasty seisi bumi ini akan gocang, gara-gara kami berdua sama-sama suka becanda.

Dan yang terakhir adalah angga, yupp orang nya tidak item-item amat sih hanya sedikit gelap lah dengan rambut berombak banyak memperlihatkan ia seperti orang yang tinggal dipedalaman atau anak gunung, padahal sebenarnya ia anak kota hahha tapi sepertinya ia anak kota yang tak terawat hoho . Raut mukanya menandakan ia lelaki sudah berumur padahal ia mahasiswa baru sepertiku dan ela, namun sepertinya ia mengalami penuaan dini :D

Dan kami juga bareng anak-anak dari Komunitas Pecinta Alam PGSD yang tempatnya di NGaliyan, namanya KOALA. Ceritanya kita bertiga nyusup nihh di komunitas mereka.. ckckck. kalu si angga memang sudah anggota dari pecita alam ini, dan memang ia yang mengajak kita. Ada sekitar 30 orang kami berangkat. Dengan segala perlengkapan yang ada kami pun langsung cabut. Dengan mengendarai bus reyot, cuaca yang extrim dan yah banyak cerita pastinya. Semua ada, bahagia, takjub, sedih, menyesal, heran ahhh semua lahhh campur aduk jadi satu. Etssss tapi saat ini aku mau makan dulu, terus mandi laha nanti baru aku cerita lagi ea J.


Semarang, 23 Apri; 2013

Minggu, 23 Maret 2014

PESAN UNTUK SANG MALAM
Alunan musik menemani ku malam ini, mengalun sendu dalam keheningan malam, memecah kesunyian dalam kamar pengap ku. Saat ini mata ku seolah belum ingin diajak untuk beristirahat, maka aku putuskan untuk melayangkan jari-jemariku menari di atas  deretan balok-balok, yang berbaris rapi dengan kombinasi huruf, angka dan symbol-simbol. Malam ini aku ingin berbagi kembali, berbagi banyak hal tentang makna hidup, perjuangan dan pengorbanan.
Baru saja aku berdamai dengan keadaan, dan mencoba untuk berbagi cerita kepada teman ku, teman,.,.. bukan sahabat.  Berbagi banyak hal tentang perjuangan hidup ini, berbagi cerita satu sama lain. Jika kita tidak memiliki sahabat untuk berbagi  setidaknya ada seorang kawan yang mau mendengarkan segala kesah keluh mu, jangan hanya memendam sendiri segala masalah tersebut. Aku yakin anda tidak akan pernah sanggup untuk menahan masalahmu sendiri.
Kebanyakan orang yang memendam maslahnya sendiri, aku yakin ia akan cepat frustasi dalam menghadapi masalah hidup ini, apalagi ketika anda dalam masa muda. Masa dimana anda mencari jati diri, dimana waktu anda mencoba berbagai hal, dimana anda kan menemui segala masalah yang semakin kompleks. Jika anda tidak mempunyai tempat untuk mencurahkan segala permasalahan anda, aku yakin anda akan tersesat juga dalam menjalani perjalanan kehidupan anda.
Sahabat ataupun teman adalah orang yang sangat penting dalam kehidupan ini. Dengan adanaya mereka setidaknya ada orang yang menemani kita dikala suka maupun duka. Orang yang akan menasehati kita dikala kita salah dalam mengambil tindakan dalam memutuskan langkah kehidupan ini. Maka dibutuhkan yang namanya, sehering atau berbagi cerita, atau diskusi satu sama lain.
Tapi memilih sahabat, atau teman pun kita juga harus juga tidak jangan sembarangan, Karena orang terdekat adana akan mempengaruhi kehidupan anda.  Maka pilihlah teman yang memang mampu membantu anda menjadi orang yang lebih baik lagi, bukan mereka yang hanya membuatmu tersenyum dan tertawa. Sahabat yang terbaik adalah orang yang mengingtkan anda ketika anda salah, bukan orang yang mengajak anda dalm keburukan saja.

Baik itu pengalaman yang aku bagikan malam ini, semoga bermanfaat, jangan lupa untuk terus menjadi orang yang terbaik dan orang yang menginspirasi. Jangan menyia-nyiakn segala waktu anda untuk berbuat sesuatu yang tidak berguna. Selamat malam

Rintihan Hujan
Hari ini hujan turun dengan lebatnya, membasahi seluruh bumi, menjadi nikmat di tempat yang lain, tapi mungkin menjadi bencana di sebagaian tempat dan Yah itu adalah dua sisi dari kehidupan yang tidak bisa dipisahkan, baik dan buruk, untung rugi.  Guntur pun tak mau kalah dengan hujan, menggelegar menakuti seluruh manusia, membuat suasana semakin ramai saja.  namun hujan kali ini membawa seribu kesedihan bagiku, membawa kegundahan dan kesepian, tapi mereka cukup menghiburku kok. J
Hari sabtu dan minggu, bagiku itu adalah hari paling menjemuhkan sedunia, karena tidak ada sesuatu yang membuat aku mengerjakan sesuatu. Jika sudah tidak ada hal yang aku kerjakan maka itu akan menjadi siksaan bagiku, karena aku akan berfikir tentang hal hal yang tidak berguna dalam hidup ini. Dan hari sabtu dan minggu adalah hari paling sepi, aku tidak suka dengan keadaan itu semua, karena akan membuat ku untuk bersedih kembali.
Apalagi dikampus ku, hari sabtu dan minggu adalah hari ketika mereka pulang ke tanah kelahiran mereka, bagi yang dekat tentunya. Dan itu akan membuat suasana di daerah ini sepi, apalagi kamupus unnes terletak masih jauh dari hiruk periuk ibu kota, menambah suasana perkampungan saja. aku bisa saja pulang karena asal kotaku masih bisa terjangkau dengan kendaraan. Hanya butuh uang 10 ribu rupiah saja aku sudah bisa kembali kerumah ku, hanya saja ada sedikit pertimabangan yang harus aku fikirkan jika aku harus kembali.
Bukannya orang tua tidak suka kepulangan ku, bahkan mereka akan menyambut aku dengan gembira. sampai aku pernah tidak pulang selam 2 minggu, dan ibuku sampai marah dengan hal itu. bukannya idun tidak kangen sama ibu dan bapak, bukannya idun tidak sayang dengan mereka, tapi ada ahal lain yang harus aku fikirkan jika aku kembali.
Ketika aku pulang kerumah, maka aku juga perlu untuk memperhitungkan biaya transport. Uang 20 ribu bagi ku sanagtlah penting, mungkin itu bisa untuk makan di sini selama 4 hari. Dan aku juga tidak ma terus menerus meminta uang kepada bapak dan ibu. Aku tahu mereka tidak selalu punya uang, aku tahu mereka bekerja keras demi mendapatkan uang, dan aku tidak mau begitu saja menghambur-hamburkan uang mereka. Itu semua adalah hasil keringat bapak dan ibu.
Aku tah bagaimana bapak dan ibu setiap hari harus kesawah, mencangkul, menanam padi, menggembala kambing dan lain sebagainya. Jujur kadang itu membuat aku sesak dan ingin aku sekali memeluk mereka, mengatakan bahwa aku mau minta maaf karena belum bisa membahagiakn mereka, belum bisa meringankan beban mereka. Sungguh aku tidak sanggup melihat semua itu.
Maka idun putuskan untuk tetap di kos, walaupun rasa rindu kepada mereka pasti ada, dan aku yakin mereka terus berharap bahwa aku akan pulang. Tapi maaf “ idun tidak bisa selalu mendampingi bapak dan ibu”, sungguh aku minta maaf dengan semua itu.
Idun tidak ingin membebani bapak dan ibu, setiap kali pulang idun selalu meminta uang. Tapi bagaimana lagi, idun memang tidak punya uang sama sekali, karena idun belum kerja. Maafkan anakmu ini yang belum berusaha untuk mencari pekerjaan. Aku masih suka dengan dunia organisasi, maka izinkanlah idun untuk mndalami dunia ini sedikit lagi, tapi aku janji, aku juga ingin mencari pekerjaan. Tapi semua itu butuh proses, dan idun sedang menjalankan proses tersebut. Semoga ada berkah dibalik ini semua.

Semarang 06 April 2013

Ahmad Abdun Salam